Wednesday, October 15, 2014

PSAK 46 Pajak Tangguhan

Ikatan Akuntan Indonesia akan merevisi PSAK 46 tentang Pajak Tangguhan. PSAK ini akan mulai berlaku efektif 1 Januari 2015.

Beberapa hal ada perubahan terkait pengakuan dan penyajian Pajak Tangguhan (deferred Tax). Baik terkait aktiva pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan. Salah satu yang menyulitkan penerapan PSAK ini adalah ketidakpastian yang tinggi terkait kewajiban perpajakan di Indonesia. Prosesnya pun memakan waktu yang relatif lama.

Untuk perusahaan private dan masih kesulitan menerapkan PSAK ini maka ada alternatif lain sebagai solusi yaitu dengan menggunakan SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik). Dalam PSAK ini pajak tangguhan tidak perlu dihitung. Namun bagi perusahaan publik tidak ada pilihan lain kecuali menerapkan SAK (Standar Akuntansi Keuangan) umum termasuk PSAK 46 (revisi 2014) ini.

Tuesday, May 20, 2014

Launching Majalah CPA Indonesia di Jakarta

Pada hari Selasa 6 Mei 2014 Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”) melakukan launching Majalah CPA Indonesia di SwisBell Hotel Jakarta. Acara dihadiri oleh para tamu undangan dari PPAJP, OJK, Pengurus IAPI, Anggota IAPI, serta peserta Lokakarya FAPM.
Acara diawali oleh pemberian kata sambutan dari bapak Yanuar Mulyana selaku Ketua Bidang Media & Public Campaign. Beliau mengatakan harapan dengan adanya majalah CPA Indonesia dapat menjadi media untuk menyuarakan aspirasi Akuntan Publik dan adanya partisipasi dari rekan-rekan Akuntan Publik untuk majalah CPA Indonesia dan harapan lainnya adalah agar profesi Akuntan Publik semakin maju. Kata sambutan dilanjutkan oleh bapak Tarkosunaryo selaku Ketua IAPI dan mengatakan “Dengan adanya Majalah CPA Indonesia, diharapkan profesi Akuntan Publik dikenal masyarakat dan profesi Akuntan Publik tidak dianggap sebagai profesi yang asing”. Pemberian kata sambutan dilanjuitkan oleh bapak Langger Subur dari PPAJP dan ibu Lasdini Purwanti selaku perwakilan dari OJK.
Acara puncak dari launching majalah CPA Indonesia dilakukan dengan adanya pemukulan gong oleh bapak Tarkosunaryo dan berbarengan dengan penarikan tirai banner raksasa yang menampilkan halaman depan/ cover majalah oleh bapak Yanuar Mulyana.
Acara Launching Majalah CPA Indonesia yang dikoordinir oleh manajemen IAPI dengan Reza Beswara sebagai Koordinator Acara tersebut berjalan lancar dan sukses. Di bagian akhir acara, diadakan pula syukuran Hari Akuntan Publik Indonesia dengan ditandai pemotongan tumpeng dan poto bersama, serta ditutup oleh Bapak Tarkosunaryo – Ketua Umum IAPI.
Sumber : http://www.iapi.or.id/iapi/berita_iapi/berita_iapi/launching_majalah_cpa_indonesia_di_jakarta.php
 

Monday, April 28, 2014

Dana Kampanye 12 Parpol Capai Rp 3,1 Triliun, Gerindra Tertinggi

Jakarta - Seluruh partai politik nasional telah menyerahkan laporan akhir dana kampanye ke KPU. Jika diakumulasi, angka dana kampanye 12 partai politik itu cukup fantastis mencapai Rp 3,1 triliun.

"Semua parpol lolos, bebas dari sanksi pembatalan. Selanjutnya Kantor Akuntan Publik akan bekerja 30 hari ke depan. Nanti hasil audit diserahkan ke KPU paling lambat 5 hari setelahnya dan KPU umumumkan apa adanya," kata Kabiro Hukum KPU Nur Syarifah di kantor KPU Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Kamis (24/4/2014).

Dalam rekap laporan dana kampanye 12 partai politik peserta pemilu, dana kampanye tersbesar diterima Partai Gerindra sebesar Rp 435 miliar. Sementara dana terkecil diterima Partai Bulan Bintang (PBB) sebesar 71,3 miliar.

Dalam laporan dana kampanye ke KPU, tidak semua parpol memberikan rincian dana kampanyenya penerimaan dan pengeluaran untuk pemberitaan. Beberapa hanya info pemasukan saja.

Berikut rekap laporan dana kampanyen 12 partai politik yang diurutkan berdasarkan waktu penyerahan ke KPU:

1. Partai Gerindra
Total penerimaan: Rp 435 miliar
Total pengeluaran: Rp 435 miliar

2. Partai NasDem
Total penerimaan: Rp 277,6 miliar
Total pengeluaran: Rp 277,4 miliar

3. PKS
Total penerimaan: Rp 122 M
Total pengeluaran: Rp 121 M

4. PAN
Total penerimaan: Rp 271,9 M
Total pengeluaran: Rp 271,9 M

5. PDI-P
Total penerimaan: Rp 395 M
Total pengeluaran: Rp 404.730.519.590

6. PKB
Total penerimaan: Rp 244 M
Total pengeluaran: Rp 244 M

7. PPP
Total penerimaan: Rp 157 M
Total pengeluaran: Rp 157 M

8. PKPI
Total penerimaan: Rp 52,9 M

9. PBB
Total penerimaan: Rp 71,3 M

10. Hanura
Total penerimaan: Rp 374 M
Total pengeluaran: Rp 365,7 M

11. Demokrat
Total penerimaan: Rp 309 M
Total pengeluaran: Rp 307 M

12. Golkar
Total penerimaan: Rp 402 M
Total pengeluaran: Rp 402 M

Sumber : http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/04/24/230418/2565038/1562/2/dana-kampanye-12-parpol-capai-rp-31-triliun-gerindra-tertinggi

Waktu Jakarta, Bangkok dan Hanoi

Search Google

Jumlah Pengunjung Website

Daftar Pengunjung Website

Lokasi Pengunjung

Saat Ini On Line

Statistik Pengunjung Sejak 4 Februari 2009

free counters