Thursday, April 19, 2012

Kenaikan Harga BBM

Drama pengambilan keputusan untuk menetapkan apakah ada peluang menaikkan harga BBM atau tidak berakhir pada opsi memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi dengan syarat tertentu. Syarat itu adalah harga mengalami kenaikan sebesar 15 % dari asumsi APBN dan kenaikan tersebut adalah rata2 dalam 6 bulan terakhir. Hal ini berarti bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi dapat terjadi kapan saja asal memenuhi kedua syarat tersebut.

Pemerintah sepertinya tidak memiliki pilihan yang lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Padahal banyak langkah bisa ditempuh untuk mengurusi rakyat dengan baik.

Tuesday, March 6, 2012

Mata Uang Emas

Selama berabad-abad berbagai negara di dunia memberlakukan standar mata uang emas. Baru abad ke-20 saja mata uang emas dipisahkan dari penggunaan di dunia international. Meskipun emas tetap menjadi komoditi yang diterima di hampir seluruh negara yang ada di dunia. Nilai emas pun cenderung stabil bahkan hampir semua mata uang di dunia selalu terdepresiasi dengan nilai emas. Mata uang rupiah, dollar tidak jauh berbeda nasibnya.

Bahkan besarnya ONH (ongkos naik haji) ternyata justru mengalami penurunan jika dikurskan dengan emas. Data beberapa tahun besarnya ONH menunjukkan hal ini.

Pertanyaannya adalah kenapa dunia tidak memberlakukan emas sebagai mata uang utama? tentu saja kepentingan politik lah jawabannya. Jika mata uang emas yang diberlakukan maka kondisi ekonomi akan cenderung stabil dan meminimalisir spekulasi. Padahal dengan banyaknya spekulasi inilah sistem ekonomi kapitalisme yang saat ini menguasai dunia berdiri tegak.

Friday, February 10, 2012

Akad Muamalah (Ribawi)


Sebagian umat Islam memahami bahwa memiliki rekening bank dengan akad ada interest/bunga (riba) terkategori haram. Meskipun bunga tidak pernah diambil oleh nasabah. Persoalan ini sebenarnya bisa ditanggulangi dengan produk perbankan yang menawarkan tanpa adanya bunga. Sebagaimana tabungan haji yang tidak diberikan bunga atas saldo yang mengendap di bank.

Amat disayangkan ketika seorang nasabah mendatangi suatu bank dan minta agar tidak dibukukan bunga atas tabungannya namun bank tersebut belum mengakomodirnya dengan alasan secara sistem tidak bisa. Padahal sistem yang dimaksud adalah IT nya yang sudah pasti bisa dimodifikasi untuk menampung berbagai kemungkinan produk perbankan.

Akankah bank-bank rela kehilangan nasabahnya hanya dikarenakan belum bisa mengakomodir hal ini? Pasarlah yang akan menjawabnya. Yang jelas saat ini masih sedikit bank yang bersedia menerima pembukaan rekening dengan tanpa membukukan bunga. Begitu pula nasabah lama yang bermaksud merubah akadnya dari pembukuan bunga menjadi tanpa bunga sama sekali.

Waktu Jakarta, Bangkok dan Hanoi

Search Google

Jumlah Pengunjung Website

Daftar Pengunjung Website

Lokasi Pengunjung

Saat Ini On Line

Statistik Pengunjung Sejak 4 Februari 2009

free counters